Telat Bayar Listrik

      Telat Bayar Listrik-PLN merupakan perusahaan listrik yang sahamnya dimiliki oleh pemerintah. Dengan demikian pemerintah mempunyai wewenang penuh untuk mengatur, merubah dan membuat kebijakan di Perusahaan ini, seperti halnya perubahan tarif dasar listrik, denda keterlambatan bayar listrik, dan lain sebagainya yang sudah diatur dan diimplementasikan oleh pemerintah dan pemakai jasa PLN.

    Pengguna listrik PLN hampir sudah merata di Indonesia, namun tetap masih ada beberapa lokasi yang belum terjangkau oleh perusahaan listrik ini, selain dari medan yang sulit, di tambah lagi dengan jauhnya dari pusat gardu PLN. Hal yang seperti ini membutuhkan perhatian pemerintah, supaya setiap warga Indonesia turut menikmati produk negerinya sendiri.

     Seiring menikmati listrik setiap hari kita juga harus mengingat untuk membayarnya setiap bulan. Dengan akumulasi pemakaian per bulan, maka pada tanggal 1 setiap awal bulan tagian listrik akan keluar yang siap kita bayarkan. Artinya selain menggunakan hak yang diperoleh dari PLN kita juga wajib membayarnya setelah pemakaian dalam 1 bulan.

     Suatu kebanggaan bagi negeri sendiri, karena di negara lain masih ada yang belum bisa menikmati listrik negara yang disebabkan oleh miskinnya negara dan peperangan. OIeh karena itu patut kita syukuri jika tinggal di Indonesia yang aman damai meskipun ekonomi berguncang.

    Berbagai problema mulai timbul seperti halnya telat pembayaran listrik, oleh karena itu roket-tronik.com akan menguraikan kasus ini beserta kasus yang terkait dengannya antara lain batas akhir pembayaran listrik per bulan, denda tagihan listrik per hari, denda listrik per bulan, telat bayar listrik sehari, pencabutan listrik pln,  batas tunggakan listrik, dan jawaban dari pertanyaan pembayaran listrik paling lambat tanggal berapa. Berikut akan kami uraikan:

BACA JUGA : Listrik diputuskan oleh PLN

a. Telat bayar Listrik
    Telat bayar listrik adalah keterlambatan pembayaran listrik dari tanggal yang telah ditetapkan oleh PLN, baik Telat bayar listrik sehari, telat bayar listrik 1 bulan maupun telat bayar listrik 1 tahun. Semuanya tetap dinamakan telat bayar listrik atau keterlambatan pembayaran listrik.

b. Denda tagihan Listrik
    Setelah menguraiakan sedikit tentang  pengertian telat bayar listrik sekarang kami akan menjelaskan tentang denda listrik, baik denda listrik perhari maupun denda listrik per bulan.

1. Denda tagihan listrik per hari
    Pada dasarnya denda tagihan listrik tidak dihitung per hari, karena sistem PLN tidak sampai menjadikan hal tersebut untuk membengkakkan tagihan sebagai mana pajak kendaraan dihitung per hari. Oleh karena itu Anda tidak perlu menghitung denda listrik perhari karena hal ini tidak berlaku di PLN.
2. Denda listrik per bulan
     Selain telah menjelaskan tentang denda listrik per hari, sekarang kami akan menginformasikan tentang denda listrik per bulan. Denda ini dikenakan pada rekening listrik seseorang apabila membayar listrik sudah lewat dari tanggal 20. Berikut daftar denda listrik per bulannya:

450VA=3000 rupiah
900VA=3000 rupiah
1300VA=5000 rupiah
2200VA=10000 rupiah
3500VA sapai dengan 3500VA=50000 rupiah
6000VA samapai dengan 14000=dihitung 3% dari total tagihan listrik
14000VA ke atas= juga dihitung 3% dari total tagihan
Demikian daftar denda listrik per bulan atau denda listik 1 bulan.

c. Batas Akhir pembayaran listrik per bulan
     Setelah kami memaparkan tentang denda tagihan listrik per hari dan denda tagihan listrik per bulan, sekarang saatnya kami menjelaskan batas akhir pembayaran listrik per bulan. Oleh karena itu jangan ke mana-mana silakan lanjut membaca.

    Mungkin Anda bertanya-tanya Pembayaran listrik paling lambat  tanggal berapa? Yaang mengartikan bahwa apabila Anda talat membayar dari tanggal tersebut, maka Anda sudah dinyatakan menunggak. Dalam hal pertanyaan pembayaran listrik paling lambat tanggal berapa roket-tronik.com menjawab bahwa pembayaran listrik paling lambat setiap bulannya yakni tanggal akhir bulan. Jika satu bulan ada 29 hari maka pembayaran listriknya paling lambat tanggal 29, demikian jika satu bulan ada 31 hari, maka pembayaran listriknya paling lambat tanggal 31. Demikian telah kami jelaskan tentang batas akhir pembayaran listrik per bulan serta jawaban dari pertanyaan pembayaran listrik paling lambat tanggal berapa.

d. Batas Tunggakan listrik
     Pada sebelumnya kami telah menerangkan tentang batas akhir pembayaran listrik per bulan, denda tagihan listrik per bulan, denda tagihan listrik per hari, serta jawaban dari pertanyaan pembayaran listrik paling lambat tanggal berapa, sekarang pada subjudul ini kami akan memberitahukan tentang batas tunggakan Listrik. Adapun batas tunggakan listrik, jika Anda telat membayar listrik 1 bulan, maka akan ada pemutusan aliran listrik sementara. Pihak PLN menyuruh Anda membayar tunggakan tersebut sehingga aliran listrik ke rumah Anda akan disambungkan kembali. Namun jika masih tetap tidak membayar selama tiga bulan berturut-turut, maka penjelasan ini silakan Anda baca pada subjudul di bawah
   
e. Pencabutan listrik PLN
    Peraturan pencabutan listrik PLN sering sekali diperbaharui, kalau dahulu peraturan pencabutan listrik apabila diketahui pelanggan sudah menunggak selama 1 tahun. Namun sekarang peraturan telah jadi berubah. Pelanggan yang menunggak 1 bulan akan diputuskan sementara, dan jika masih belum dibayar selama 3 bulan, maka peraturan pencabutan listrik akan berlaku yang artinya jika Anda menunggak selama 3 bulan, maka pihak PLN akan mencabut perangkat listrik dari rumah Anda. Demikian penjelasan tentang peraturan pencabutan aliran listrik.

BACA JUGA : PLN Cabut 103 Meteran Pelanggan Yang Menunggak 

     Demikian telah kami deskripsikan tentang telat bayar listrik, denda tagihan listrik per hari, denda tagihan listrik per bulan, batas akhir pembayaran listrik per bulan, batas tunggakan lsitrik, peraturan pencabutan listrik PLN, serta jawaban dari pertanyaan pembayaran listrik paling lambat tanggal berapa?. Kami Ucapkan terimakasih.

0 Response to "Telat Bayar Listrik"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel